Kamis, Januari 22, 2009

JEMBALANG SUDAH MENANG ANGKA (Baca dulu 'Jembalang')

(Sorry, ..... belum sempat diramu!!)
Comment bisa juga langsung ke email saya firman.irep5@gmail.com .
Thanks buat yang terus sabar menunggu.

Selasa, Januari 20, 2009

JEMBALANG

Mistik.
Kalau memang dunia tak kasat mata itu ada dan tiba-tiba menjadi kasat mata, maka bayangkanlah kita hidup bersama semua makhluk dengan berbagai bentuk, beraktivitas di sekitar kita.
Excited. Mungkin mengerikan, mungkin pula menyenangkan. Pergaulan dan pertemanan akan menjadi bervariasi. Hidup bersama dan saling bertatapan setiap saat dengan jin demit, peri, kuntilanak, pocong, genderuwo, tuyul, babi ngepet, dan entah apa lagi istilah dan model makhluknya. Berbelanja bersama kuntilanak, bekerja di kantor dengan pocong, kuliah atau bersekolah dengan sundel bolong atau piknik dengan tuyul. (Stop membaca ini !! Bayangkan dulu kehidupan seperti itu sekarang sedang terjadi dihadapan anda..... ! Sudah dibayangkan?).

Berikutnya.
Tapi manusia memang serba multi: multi ras, multi kultur, multi orientasi, multi 'curiousity', multi kelakuan. Dan karena ke'multi'annya itulah, maka yang terjadi - tanpa perlu kasat mata tentunya - ternyata eksistensi sosialisasi antar dunia kasat dan tak kasat mata memang ada. Bahkan semakin lama menjadi semakin marak, modis, 'ngetrend' dengan berbagai gaya dan cara untuk mempraktekkan kultur yang sudah mendarahdaging sejak zaman animisme atau mungkin era ras-cro-magnon dan homo soloensis.
Di angka ke 21 perhitungan abad masehi ini, paham globalisasi memang semakin meluas sampai ke dunia mistik. Opo tumon?

Tak ada yang dapat menyangkal bahwa paham global dunia kasat dan tidak kasat mata sudah merambah dalam lingkup keseharian kita, dihantarkan dengan segala cara dan rasa percaya dirinya dan dengan superioritas penyamarannya sehingga tak jelas lagi bagian-bagian mana yang dapat ditolerir atau seharusnya tidak diterima sama sekali. Mulai dari yang muda sampai ke yang tua, dari miskin sampai ke kelompok kaya, oleh lelaki dan perempuan, kuli sampai ke shareholder, rupanya globalisasi dunia jembalang yang satu ini termasuk yang paling di'reken' meski tidak keren. Tidak keren karena memang tidak ada teori khusus yang dipelajari dan diterima secara official dalam memasyarakatkannya, karena tidak jelas pengembangannya, karena tidak ada keserasian dengan ilmu science dan technology yang mampu membuktikan validitasnya.
Tetapi, mengapa di'reken' ..............................???
(Capek..... nanti disambung kalau lagi semangat, dan luncurannya di "Jembalang Sudah Menang Angka". Asal sabar nunggunya, karena sementara ini edisi ini memang bersifat non periodik alias suka-suka. Sorryyy....yyyy banget !!!).

Selasa, Desember 30, 2008

THE NEXT BEFORE THE LATER

It's really hard to love someone.

Rabu, Desember 24, 2008

Tim adalah Sekujur Batang Tubuh

Tim itu seperti sekujur batang tubuh.
Semua akan mengangguk setuju dengan idiom ini.
Seperti tubuh yang selalu bergerak dalam perjalanan menuju suatu tempat, maka tim juga harus terus bergerak untuk mencapai tujuan.
Kepala diatas, badan dan tangan ditengah, kaki mestilah dibawah.
Kodratnya gerak adalah perubahan, diawali pijakan kaki – melangkah-, tangan akan ikut mengimbangi, kepala terangguk kadang sedikit menggeleng, dada mungkin pula membusung dan beberapa bagian tubuh lainnya seperti tak betah bertahan di tempatnya semula, mata yang melihat – menatap - melirik, hidungpun menghirup aroma yang dilewati, telinga mendengarkan bahkan bibir akan berkomat-kamit ketika telepon selular ikut menemani perjalanan. Semua berperan. Peran yang terlihat.
Bahkan seandainya tubuh ini tidak lengkap, gerak harus tetap ada sebelum sampai kepada tujuan.

Maka Tim haruslah sehat. Karena sehat tubuh adalah penentu tercapainya tujuan perjalanan. Sakit dimanapun tentu akan menjadi penghambat. Seyogyanya batang tubuh terjaga, terpelihara, kokoh dan kuat, agar akhir tujuan perjalanan dapat tercapai.
Maka apabila bagian-bagian tubuh ini sakit atau berpenyakit, perjalanan tubuh ini akan terhambat, terlambat dan bahkan tak dapat dipastikan mencapai tujuannya.
Sama halnya dengan Tim, kerapuhan dan kerusakannya seperti tulang yang terjangkit osteoporosis dan akhirnya lumpuh tak mampu meneruskan perjalanan. Tulang memang sering terlupakan, mungkin karena tak terlihat secara kasat mata, tak terlihat oleh kita sama seperti pembungkusnya, daging dan otot. Tulang, daging dan otot memang sering ikut terlupakan ketika kenikmatan perut sudah tercapai di tengah perjalanan. Mungkin karena tak terlihat, maka Tim sering pula tidak memperhatikan, tak memelihara bahkan melupakan perlunya memelihara bagian-bagian yang tak menunjukkan perannya, tak terlihat seperti tulang, daging dan otot. Lambat laun tulangpun keropos.

Tajamkan lagi penglihatan dan rasa. Maka kulit tak pelak lagi sebenarnya ikut menentukan tercapainya tujuan perjalanan, dan itupun sering terlupakan. Kulit yang begitu mudah terlihat, sering ikut terlupakan sebagai bagian dari tubuh yang ikut bergerak. Ketika perjalanan yang berat menyebabkan kulit menjadi terluka, mengelupas atau borok mengadas, barulah tubuh menyadari bahwa perjalanan harus terhenti karena perih luka sudah tak tertahankan, parah.


Ada dan memang sering terjadi, sebuah tim terlena dalam proses yang ‘seolah’ sudah terbentuk solid, sehingga terlupa dan tak peduli dengan bagian-bagian yang tak terlihat maupun terlihat tetapi tak dirasa signifikan dalam peran. Seperti sebuah gambaran borok tadi, maka seharusnyalah ‘kepala tubuh’ Tim memberi nilai dan perlakuan yang tetap, jelas dan lugas pada setiap unsur yang melekat dalam Tim, dimana dan apa yang harus diperbaiki, diobati, ditambah, dipoles atau dikurangi, diangkat atau ditinggalkan, dibuka atau mungkin ditutupi. Tugas manajemen yang tak perlu diajarkan dan diarahkan lagi. Sehingga bagian-bagian yang memang tertutup dapat tetap berperan mutlak mendukung tercapainya tujuan perjalanan Tim. Mutlak karena berapapun besar peranannya harus disetujui sebagai faktor penentu. Yang tertutup tetap tertutup dalam peranannya. Yang harus ditutupi, maka cari dan peliharalah penutupnya. Karena ketika retsluiting yang menjadi satu dari sekian penutup batang tubuh ini, tiba-tiba rusak dan memelorotkan celana yang dipakai di perjalanan, maka yang terjadi kemudian adalah sebuah pameran ‘kemaluan’ sang empunya batang tubuh, Tim.

Maka berhati-hatilah.

Kamis, Desember 11, 2008

Nge-blog, go-blog

Ini bukan yang pertama aku menulis. Tapi memang menyenangkan, memiliki sesuatu yang bisa membuat hidup terasa lebih bersemangat.

Waktu salah seorang rekan mengutak-atik laptopnya membuat blog, akupun mencoba ikut. Klik sana klik sini, hari pertama ini memang belum memuaskan, seperti semua orang mungkin, tidak pernah merasa lengkap dan sempurna meski sudah dianugerahi kaki, tangan, mata, telinga, hidung, mulut, serta semua ketampanan, kecantikan, kekayaan, kesehatan, kelebihan, lalu apa lagi yang kumau.

Tetapi hidup memang harus diisi, perlu variasi, perlu pencapaian atas rasa ketidaklengkapan dan ketidaksempurnaan. Memperkenyang diri. Maka blog pun lahir menularkan virus-virus rasa ini. Aku sudah mulai terjangkiti. Parahkah nantinya? Sekedar di kulitkah? Sampai ke jantungkah? Atau hanya sebatas otak tanpa perimbangan nurani untuk menuliskan semua secara suka-suka? Memang jauh dari relevansinya, tetapi butuh keseimbangan agar rasa dan logika dapat tertuang dalam hasil tulis untuk menciptakan virus-virus yang bermutasi positif kepada semua. Bukan negatif, menciptakan pembodohan-pembodohan baru yang moderat. Ketololan yang kokoh. Bukan Lahapan Orang Goblog. Blog ... yok kita ngeblog, ... bukan ngeblog-go-blog.

Rabu, Desember 10, 2008

aku mencoba. aku mencari. aku menggapai. aku merengkuh. aku menikmati. aku menulis ... ini.